Minggu, 05 Mei 2013

Pengelolaan sampah



Pengelolaan Sampah
a.      Penyimpanan Sampah (refuse storage)
b.      Pengumpulan sampah (refuse collection)
c.       Pembuangan sampah (refuse disposal)






Pengelolaan sampah perlu didasarkan atas berbagai pertimbangan yaitu :
  1. Untuk mencegah terjadinya penyakit
  2. Konservasi sumber daya alam
  3. Mencegah gangguan estetika
  4. Memberi insentif untuk daur ulang/pemanfaatan
  5. Bahwa kuantitas & kualitas sampah akan meningkat

Manfaat pengelolaan sampah
Mengehemat sumber daya alam
1. Mengehemat Energi
2. Mengurangi uang belanja
3. Menghemat lahan TPA
4. Lingkungan asri (bersih,sehat,nyaman) 

Bagaimana kehidupan masyarakat kita ke depan, jika persoalan sampah tidak segera diselesaikan. Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan lingkungan, tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana kemanusiaan. Berbagai kasus, seperti di Bantargerbang, Bojong Gede, dan Leuwigajah, mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan hal yang sepele. Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar sampah tidak menggunung dan membuat lingkungan tidak sehat? Ada beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa kita lakukan yaitu menerapkan prinsip 4R : Replace (mengganti), reduce (mengurangi), re-use (memakai), dan recycle (daur ulang).

Coba anda jelaskan dan beri contoh 4R tersebut dikolom komentar dibawah ini
Untuk melihat materi berikutnya silahkan klikdisini

Vektor (Topik 4)



Vektor
adalah arthropoda yang dapat memindahkan atau menularkan suatu agen infeksius dari sumber infeksi kepada hospes yang rentan (susceptible host)
Pengertian Vektor
adalah organisme yang berperan dalam penyebaran organisme patogen dengan manusia atau dari hewan ke manusia. Vektor serangga penghisap darah yang dapat mencerna bakteri dapat menyebabkan organisme membawa darah yang telah terinfeksi kemudian menularkan ke tempat lain pada saat bersamaan. Yang termasuk vektor penting di Indonesia adalah nyamuk, lalat, pinjal dan tungau
Vektor terdiri atas:
-  Vektor Biologis
-  Vektor Mekanik
VEKTOR BIOLOGIS 
Di dalam tubuh vektor, agen penyakit memperbanyak diri atau berkembang dan menjadi infektif. Penyebaran penyakit melalui vektor biologis disebut juga Penyebaran Aktif , dimana agen hidup dan berkembang biak di dalam tubuh vektor dan jika vektor tersebut menggigit manusia, maka agen masuk ke dalam tubuh manusia sehingga timbul penyakit. Contoh: nyamuk dan tungau

VEKTOR MEKANIK  
 Agent penyakit tidak masuk ke dalam tubuh vektor, hanya melekat pada bagian-bagian luar tubuh vektor dan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.Penyebaran penyakit melalui vektor mekanik disebut juga Penyebaran Pasif, yaitu pindahnya bibit penyakit yang dibawa vektor ke bahan-bahan yang digunakan manusia, umumnya makanan.Contoh: lalat dan kecoa menularkan disentri

Faktor-faktor yang terlibat dalam siklus penularan penyakit melalui vektor :
v  Parasit, dapat berupa plasmodium, helminth, virus dan bakteri
v  Host/Inang, sebagai host/inang adalah manusia atau vertebrata lainnya
v  Vektor, adalah nyamuk, pinjal dan arthropoda lain
v  Lingkungan, lingkungan fisik atau biotik yang sesuai dengan pertumbuhan parasit, host/inang dan vektor 
Untuk melihat materi berikutnya silahkan klikdisini

Contoh vektor Nyamuk


Tempat Berkembang Biak (Breeding Places)

Dalam perkembang biakan nyamuk selalu memerlukan tiga macam tempat
yaitu tempat berkembang biak (breeding places), tempat untuk mendapatkan
unpan/darah (feeding places) dan tempat untuk beristirahat (reesting palces).
Nyamuk mempunyai tipe breeding palces yang berlainan seperti culex dapat
berkembang di sembarangan tempat air, sedangkan Aedes hanya dapat berkembang
biak di air yang cukup bersih dan tidak beralaskan tanah langsung, mansonia senang
berkembang biak di kolam-kolam, rawa-rawa danau yang banyak tanaman airya dan
Anopeheles bermacam breeding placec, sesuai dengan jenis anophelesnya sebagai
berikut :
1. Anopheles Sundaicus, Anopheles subpictus clan anopheles vagus senang
berkembang biak di air payau.
2. Tempat yang langsung mendapat sinar matahari disenangi nyamuk anopheles
sundaicus, anopheles mucaltus dalam berkembang biak.
3. Breeding palces yang terlindung daTi sinar matahari disenangi anopheles vagus,
anopheles barbumrosis untuk berkembang biak.
4. Air yang tidak mengalir sangat disenangi oleh nyamuk anopheles vagus,
indefinitus, leucosphirus untuk tempat berkembang biak.
5. Air yang tenang atau sedikit mengalir seperti sawah sangat disenangi anopheles
acunitus, vagus, barbirotus, anullaris untuk berkembang biak.

Untuk melihat materi berikutnya silahkan klikdisini


Pengendalian vektor


1. Surveilans Vektor Penyakit
            Informasi vektor penyakit mencakup :
  -         Keberadaan vektor penyakit dan bionomik
  -         Kuantifikasi tingkat kepadatn dan atau kontak antara manusia dengan vector penyakit
  -         Keberadaan dan penyebaran organisme (parasit/bakteri/virus) pada vektor penyakit tsb
  -         Tingkat kesakitan penyakit yang ditularkan   vektor penyakit
  -         Status kerentanan vektor penyakit dan reservoir 
2.  Proteksi diri terhadap vektor penyakit
adalah upaya perlindungan diri sendiri,keluarga atau sekelompok orang yang tinggal atau bekerja bersama vektor penyakit.
-          Termasuk dalam tindakan ini adalah pencegahan terjadinya kontak antara tubuh dengan vektor penyakit dan tindakan untuk mencegah masuk, singgah dan berkembang biaknya vektor penyakit di dalam atau di sekitar rumah
-          Kegiatan ini umumnya sederhana serta tidak mahal dan sering kali dapat dilakukan oleh masyarakat tanpa bantuan petugas kesehatan
3.      Sanitasi Lingkungan
Sanitasi lingkungan mencakup pengelolaan sampah, limbah cair, termasuk tinja dan sanitasi rumah yang ditujukan untuk mencegah kehadiran vektor penyakit

4. Manipulasi lingkungan
Adalah suatu upaya pengelolaan lingkungan yang meliputi kegiatan yang terencana yg bertujuan untuk mengubah kondisi sementara yang tidak menguntungkan bagi perkembang biakan vektor penyakit pada habitatnya sebagai contoh adalah : pembersihan tanaman, peneduhan dan pengeringan rawa

5.Modifikasi Lingkungan
Adalah upaya pengelolaan lingkungan yang meliputi perubahan fisik yang bersifat permanen terhadap lahan, air dan tanaman yang bertujuan untuk mencegah, menghilangkan atau mengurangi habitat vektor penyakit tanpa menyebabkan terganggunya kualitas lingkungan hidup manusia. Termasuk kegiatan ini adalah drainase, penimbunan tempat perindukan vektor penyakit berupa genangan air

6.      Pengendalian Vektor Penyakit secara Biologis
Adalah pemanfaatan organisme hidup atau produknya untuk mengendalikan vektor penyakit, termasuk dalam organisme ini adalah virus, bakteri, protozoa, jamur, tanaman parasit, predator dan ikan

7.        Pengendalian Secara Kimiawi
Adalah pengendalian vektor penyakit dengan menggunakan pestisida baik berupa racun, penolak (repellen) maupun hormon pengatur pertumbuhan
8.         Pembinaan masyarakat
Adalah upaya intervensi terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat agar sadar, mau dan mampu mengendalikan vektor penyakit sehingga resiko kesehatan yang ditimbulkan oleh vektor penyakit dapat ditekan serendah-rendahnya.
Pembinaan masyarakat disini termasuk pembinaan terhadap dunia usaha yang menyelenggarakann pengendalian vektor penyakit baik dalam bentuk bimbingan maupun pelatihan 
  

Coba anda beri contoh bagaimana cara pengendalian vektor nyamuk, lalat dan kecoa!