Senin, 20 Mei 2013

Macam Macam Pencemaran





Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.
  1. Menurut tempat terjadinya
    Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.
  2. Menurut macam bahan pencemar
1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoebacoli, dan Salmonella       thyposa.
3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
  1. Menurut tingkat pencemaran

    Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
1.Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih.
   2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)
di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi
cacat.
3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

Dampak Pencemaran Lingkungan

vPunahnya spesies
vPeledakan hama
vGangguan keseimbangan lingkungan
vKesuburan tanah berkurang
vKeracunan dan penyakit
vPemekatan hayati ( proses peningkatan kadar bahan pencemar yang melewati MH ).
vBerlobangnya lapisan ozon 
vEfek Rumah Kaca

Coba anda tuliskan dampak lain dari pencemaran lingkungan yang lainnya di kolom komentar 
 Untuk materi selanjutnya KLIK DISINI
 

pencemaran air


    •Terjadinya polusi air sebagian disebabkan oleh kegiatan manusia, berupa limbah rumah tangga, kegiatan industri maupun kegiatan lainnya.
    •Air dikatakan tercemar jika terjadi perubahan pada kualitas air, baik secara kimia, biologi, atau fisika yang dapat membahayakan makhluk hidup.
     •Pencemaran air terjadi di sungai, laut, waduk.
Air menurut peruntukkannya digolongkan menjadi empat, yaitu:

Golongan A : air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
- Golongan B : air yang dapat digunakan sebagai bahan baku air minum.
- Golongan C : air yang dapat digunakan sebagai keperluan perikanan dan peternakan.
Golongan D : air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha di perkotaan, industri, dan  pembangkit listrik tenaga air.

Polutan di Air

Agen penyebab penyakit.
Adalah organisme-organisme yang dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit. Seperti : protozoa, virus, dan cacing parasit.
Limbah yang memerlukan oksigen.
Air yang mempunyai kandungan oksigen diatas 6ppm dapat mendukung kehidupan ikan dan lainnya. Limbah ini terdiri dari berbagai limbah organik yang dapat diurai aerob. Contoh : kotoran hewan, sisa-sisa tumbuhan dan limbah industri.
Bahan kimia organik
Bahan kimia organik merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur atom karbon. Contoh : pestisida, plastik, dan minyak.
Bahan kimia anorganik
Adalah polutan yang mengandung unsur kimia selain karbon, misalnya : asam, garam, basa dll.
Sedimen
Sedimen meliputi tanah, lumpur dan pasir. Sedimen yang berlebihan dapat menyebabkan pendangkalan badan air.

 Sumber-sumber polusi air
Sumber langsung
Adalah sumber polusi yang membuang polutan di lokasi spesifik malalui pipa, selokan, atau saluran pembuangan langsung menuju badan atau permukaan air. Polusi dari sumber langsung biasanya mudah dideteksi, karena lokasi pembuangan polutannya spesifik. Contoh : pabrik, tempat pengolahan limbah, pertambangan, dan tangki minyak.
Sumber tidak langsung
Adalah sumber polusi yang asalnya dari area yang luas atau dari paertikel-partikel yang terbawa udara, yang mencemari air melalui aliran air atau pengendapan senyawa dari atmosfer. Polusi dari sumber tidak langsung lebih sulit dideteksi dari sumber langsung. Contoh : aliran atau rambesan senyawa kimia dari lahan pertanian, peternakan, perkotaan, jalan raya, area parkir dan tempat penebangan hutan.
Adanya perubahan suhu air
Air biasanya digunakan dalam proses produksi, misalnya  sebagai pendingin. Air tersebut menjadi hangat, kemudian jika dibuang ke sungai, suhu sungai akan berubah hangat. Hal ini mengurangi tingkat oksigen yang dibutuhkan organisme air.

Ciri-ciri air yang sudah tercemar
Adanya perubahan warna, rasa dan bau
Air bersih dapat dilihat secara fisik, yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Limbah pabrik dari bahan organik atau anorganik dapat larut dalam air. Sehingga warna air akan mengalami perubahan karena mengalami pencemaran.
Adanya perubahan warna, rasa dan bau
Air bersih dapat dilihat secara fisik, yaitu tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Limbah pabrik dari bahan organik atau anorganik dapat larut dalam air. Sehingga warna air akan mengalami perubahan karena mengalami pencemaran.
Adanya endapan dan bahan terlarut
Limbah industri dapat berupa l
imbah padat yang tidak terlarut. Limbah tersebut mengendap atau melayang sehingga menghalangi masuknya sinar matahari yang diperlukan mikroorganisme air.
Adanya mikroorganisme
Mikroorganisme berperan dalam menguraikan bahan organik yang dibuang ke perairan. Jika semakin banyak limbah organik, maka jumlah mikroorganisme juga mengalami penambahan. Diantara mikroorganisme tersebut, ada yang bersifat patogen.

 Indiktor Polusi Air
1. Indikator Fisik 
ØTingkat kekeruhan air berhubungan dengan konsentrasi partikel padat yang tersuspensi dalam air. Adanya bau dan warna serta perubahan suhu menunjukkan keberadaan senyawa kimia atau polutan dalam air.
      2. Indikator Kimia
a)pH air menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air.
b)DO/dissolved oxygen (oksigen terlarut), masukkanya zat polutan, dapat menurunkan volume oksigen. Jumlah oksigen terlarut yang baik antara 4,0 hingga 12,0 mg/L. 
c)BOD/biochemical oxygen demand (Kebutuhan oksigen Biokimia), adalah jumlah oksigen yang dibutuhlan oleh makhluk hidup di dalam air untuk kebutuhan respirasi 
  3.Indikator biologi 
Jumlah dan susunan organisme dalam air sangat berhubungan dengan tingkat polusi. Tingginya jumlah bakteri (Escherichia coli) pada perairan menunjukkan bahwa perairan tersebut telah tercemar.
  Untuk materi selanjutnya silahkan KLIK DISINI
 
 

Pencemaran Udara




Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh masuknya gas atau partikel lain sehingga kualitas udara menjadi turun (melebihi NAB). Atau berubahnya komposisi udara bersih.
Komposisi udara bersih terdiri dari  :
- gas nitrogen (N2) : 78%
- gas oksigen (O2) : 21%
- gas argon (Ar)  : 0,9%
- gas karbon dioksida (CO2) : 0,03%, sisanya gas yang lain, misal Ne, He, dan lain-lain.
Pencemaran udara ditimbulkan oleh polutan dari sumber-sumber alami atau oleh kegiatan manusia.
Polutan udara dibedakan menjadi Polutan Primer dan Polutan Sekunder.
Polutan primer ditimbulkan langsung oleh sumber pencemar udara, contohnya karbon monoksida (CO) dan sulfur dioksida (SO2).
Polutan sekunder terbentuk dari reaksi polutan di atmosfer, contohnya sulfur trioksida (SO3) dan Ozon (O3).
 Polutan Udara
Karbon monoksida (CO)
Suatu gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Gas CO berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dengan udara.
Nitrogen Oksida (NOX)
pembentukan NO dan NO2 merupakan reaksi antara N dan O di udara sehingga membentuk NO, yang selanjutnya bereaksi dengan O membentuk NO2. Nitrogen dioksida merupakan gas berwarna coklat kemerahan. Bila bercampur dengan air, akan menyababkan hujan asam.
Belerang Oksida / Sulfur Oksida
Sulfur oksida merupakan gas yang berbau tajam, tidak terbakar diudara dan membahayakan manusia. Sumber alami adalah gunung berapi, pembusukan bahan organik oleh mikroba serta reduksi sulfat secara biologis.
Hidrokarbon
       Senyawa organik yang mengandung hidrogen dan karbon. Sumber hidrokarbon antara lain transportasi, proses industri, dan limbah padat. Sebagian besar hidrokarbon merupakan senyawa organik yang mudah menguap
Partikel/Materi Partikulat
Adalah pencemaran udara yang dapat berada bersama dengan bahan pancemar lainya. Partikulat terdiri dari partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara. Contoh : tanah, serbuk sari, timbal, asbes, dan tembaga.
Suara/Kebisingan
Bising merupakan suara yang dapat menggangu atau merusak pendengaran manusia. Tingkat kebisingan diukur dengan satuan desibel (dB). Semakin besar dB, semakin besar resiko kerusakan yang ditimbulkan.
  
Sumber Polusi Udara
- Polusi udara dapat terjadi di luar ruangan dan di dalam ruangan.
- Polusi udara di luar ruangan dapat bersumber dari kegiatan manusia atau dari sumber alami
 - Polusi udara di dalam ruangan bersumber dari kegiatan manusia itu sendiri.
Indikator Polusi Udara
1)Indikator fisik
Indikator fisik yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya polusi udara dengan melihat gelapnya kondisi suatu tempat. Selain itu juga dengan melihat sifat-sifat udara yang diamati. Udara yang bersih seharusnya tidak berwarna dan tidak berbau. Adanya bau dan warna pada udara menunjukkan adanya polutan. Namun demikian, banyak pula polutan yang tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sulit dideteksi secara fisik.
2)Indikator kimia
Indikator kimia menggunakan papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pada papan ISPU terdapat lima parameter yang digunakan, yakni : partikulat, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon.
3)Indikator biologi
    Contoh indikator biologi adalah lumut kerak (lichenes). Lumut kerak merupakan simbiosis antara algae fotosintetik atau cyano bakteria dengan fungi.
 Jawablah pertanyaan dibawah pada di kolom komentar

Kualitas udara yang buruk dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan pada
 makhluk hidup. Menurunnya kualitas udara sebagai akibat semakin banyaknya industri yang didirikan, sehingga semakin meningkatnya polusi udara. Tuliskan sumber-sumber utama penyebab terjadinya polusi udara dan bagaimana cara untuk mengatasi polusi udara yang semakin parah tersebut!!
Untuk materi selanjutnya KLIK DISINI 
 
 

pencemaran tanah


c. Pencemaran Tanah  
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
Limbah padat (sampah) 
  Limbah ini meliputi bahan padatan buangan seperti : kertas, plastik, kayu, metal, kaca dan karet. Limbah
  ini semakin meningkat jumlahnya setiap tahun dan sering menumpuk pada TPA.
Logam berat
    Logam berat yang dapat menjadi polutan adalah timbal, besi, tembaga, nikel dll.

   •Pestisida
  Pestisida adalah senyawa yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang dianggap mengganggu.     Pestisida dapat dibagi berdasarkan targetnya, yakni : Insektisida (serangga), herbisida (gulma/ tumbuhan mengganggu), rodentisida ( hewan pengerat), fungisida ( jamur).
Pengunaan pestisida yang berlebihan dapat berdampak negatif bagi makhluk hidup lain. Pestisida yang mencemari tanah secara langsung terhadap tumbuhan dan biota tanah lainnya atau secara tidak langsung dengan mencemari air.
Nitrogen, fosfat dan garam mineral
Merupakan unsur-unsur yang sangat diperlukan tumbuhan untuk tumbuh. Namun jika keberadaannya terlalu banyak, akan bersifat racun bagi tumbuhan.   Detergen
   Detergen bersifat nonbiodegradable, yang berarti sulit untuk diuraikan secara alami oleh mikroorganisme.  Polutan detergen ini berasal dari air sisa cucian pakaian. Apabila cairan detergen masuk ke dalam pori-pori tanah maka tanah akan menjadi tidak subur carena cairan detergen dapat membunuh hewan dan tumbuhan yang hidup di daerah tanah tersebut.

ØSumber polutan utama adalah kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian menggunakan pupuk dan pestisida dalam jumlah yang sangat banyak serta irigasi untuk meningkatkan jumlah panen.
 Pupuk mengandug nitrogen dan fosfot, pestisida mengandung senyawa berbahaya, sedangkan air irigasi umumnya mengandung gaam-garaman. Semua zat tersebut dapat menjadi polutan di tanah.

Polusi tanah terjadi melalui 3 cara, yakni:

1.Pencemaran secara langsung
Dapat terjadi melalui penggunaan pupuk yang berlebihan dan pembuangan limbah yang mengganggu organisme dalam tanah. Sampah plastik yang sukar untuk dihancurkan oleh mikroorganisme dan dapat tertimbun didalam tanah sehingga menyebabkan kehidupan mikroorganisme dalam tanah terganggu.
2.Pencemaran melalui udara
Bahan pencemar diudara akan masuk kedalam tanah bersamaan dengan jatuhnya air hujan, sehingga air tercemar dan menggangu kehidupan mikroorganisme dalam tanah.
3.Pancemaran melalui air
Air yang mengandung zat pencemar akan meresap ke dalam tanah yang akan merubah susunan kimia tanah dan menggangu mikroorganisme dalam tanah.


 Indikator Polusi tanah

1.Indikator fisik
Contoh indikator fisik menunjukkan kualitas tanah, antara lain warna tanah, kedalaman lapisan atas tanah, kepadatan tanah, tekstur dan endapan pada tanah
2.Indikator kimia
Nilai pH, salinitas, kandungan senyawa organik, fosfor dan logam berat merupakan contoh indikator kimia bagi tingkat polusi tanah.
3.Indikator biologi
      Cacing tanah merupakan salah satu indikator biologi pada pengukuran tingkat polusi tanah. Keberadaan cacing tanah dapat meningkatkan kandungan nutrisi pada tanah yang akan menyuburkan tanah. Populasi cacing tanah dipengaruhi oleh kondisi tanah habitatnya, seperti kondisi suhu, kelembapan, pH, salinitas, aerasi, dan tekstur tanah. Polusi tanah dapat menyebabkan cacing pada tanah mati.
    Coba anda jelaskan dampak dari pencemaran tanah yang ada disekitar kita, jawaban pada kolom komentar dibawah ini  
TERIMAKASIH