Minggu, 20 Oktober 2013

E. Faktor Yang Mempengaruhi Peranserta Masyarakat




a. Perilaku individu
Perilaku individu dipengaruhi oleh berbagai hal seperti : tingkat pengetahuan, sikap mental, tingkat kebutuhan individu, tingkat keterikatan dalam kelompok, tingkat kemampuan sumber daya yang ada.
1) Tingkat pengetahuan
Tingkat pengetahuan seseorang mempengaruhi perilaku individu. Makin tinggi pendidikan / pengetahuan kesehatan seseorang, makin tinggi kesadaran untuk berperan serta. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antar tingkat pendidikan ibu dan kesehatan keluarganya.
Dalam permasalahan kesehatan, sering dijumpai bahwa persepsi masyarakat tidak selalu sama dengan persepsi dengan persepsi pihak provider kesehatan (tenaga kesehatan).
Untuk mencapai kesepakatan atau kesamaan persepsi sehingga tumbuh keyakinan dalam hal masalah kesehatan yang dihadapi diperlukan suatu proses (KIM) yang mantap.
Dalam proses ini diharapkan terjadi perubahan perilaku seseorang, yang tahap-tahapnya adalah :
- pengenalan (awarenes)
- peminatan (interest)
- penilaian (evaluation)
- percobaan (trial)
- penerimaan (adoption)
2) Sikap mental
Sikap mental pada hakekatnya merupakan kondisi kejiwaan, perasaan dan keinginan (mind, feeling and mood) seseorang sehingga hal tersebut berpengaruh pada perilaku serta pada akhinya perbuatan yang diwujudkannya.
Kondisi ini didapatkan dari proses tumbuh kembang individu sejak masa bayi/anak dan berkembang pula dari pendidikan serta pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan/masyarakatnya.
Dengan memahami sikap mental masyarakat (norma), maka para pemberi pelayanan sebagai “Prime Mover” akan dapat membentuk strategi perekayasaan manusia dan sosial..
3) Tingkat kebutuhan individu
Berkaitan dengan sistem kebutuhan yang terdapat dalam diri individu, MASLOW mengatakan bahwa pada diri manusia terdapat sejumlah kebutuhan dasar yang menggerakkannya untuk berperilaku.
Kelima kebutuhan menurut MASLOW tersebut terikat dalam suatu hirarki tertentu berdasarkan kuat lemahnya MOTIVASI. Motivasi adalah penggerak batin yang mendorong seseorang dari dalam untuk menggunakan tenaga yang ada pada dirinya sebaik mungkin demi tercapainya sasaran.
Implikasi dari uraian diatas adalah bahwa sepanjang perilaku berperan serta yang dikehendaki dapat memenuhi kebutuhan poko anggota masyarakat dan sejalan dengan norma dan nilai yang dianut, maka peran serta tersebut dapat berkembang.
Sebaliknya, perilaku yang lain (baru ataupun berlawanan) tidak akan muncul dengan mudah apabila kebutuhan pokok anggota masyarakat tersebut tidak dipenuhi.
4) Tingkat keterikatan kelompok
Suatu masyarakat terdiri dari individu/keluarga yang hidup bersama, terorganisi dalam suatu sistem sosial atau ikatan. Sesuai dengan kepentingan dan aspirasi anggotanya sistem sosial tersebut dapat berupa organisasi/ikatan : politik, ekonomi, sosbud, agama, profesi, pendidikan, hukum, dll. Organisasi / institusi bentukan dari sistem sosial tersebut bervariasi besarnya dan profil sosial ekonominya, serta tingkatannya, mulai dari paguyuban atau bahkan kelompok terisolir pada tingkat desa, kota dan nasional.
5) Tingkat kemampuan sumber daya
Perilaku individu juga diepengaruhi oleh tersedianya sumber daya terutama sarana untuk pemenuhan kebutuhan baik yang dimiliki olehnya maupun yang tersedia dimasyarakat
b. Perilaku masyarakat
Perilaku masyarakat dipengaruhi terutama oleh keadaan politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan agama
1) Keadaan dan struktur politik ; sangat penting peranannya dalam mempengaruhi derajat perilaku masyarakat yang selanjutnya akan mewujudkan peran serta masyarakat. Kestabilan dan kesepakatan politik, perangkat-perangkat lunak juga hukum yang ada serta wadah yang jelas merupakan hal penting dalam menunjang perwujudan kearah itu.
2) Keadaan ekonomi ; sangat penting pula pengaruhnya terhadap perwujudan peran serta masyarakat, mengingat kemajuan yang dicapai dibidang ekonomi lebih memungkinkan kemampuan masyarakat untuk berperan serta dalam berbagai aspek pembangunan
3) Aspek sosial-budaya ; turut menentukan pula pengaruhnya terhadap perwujudan peran serta masyarakat. Dalam berbagai hal masih sering dijumpai situasi dimana tata nilai budaya masyarakat indonesia tertentu belum lagi memungkinkan terwujudnya perilaku hidup sehat, apalagi untuk berperan serta dalam pembangunan kesehatan seperti yang diharapkan.
4) Aspek pendidikan ; tingkat pendidikan suatu bangsa akan mempengaruhi perilaku rakyatnya. Makin tinggi pendidikan masyarakat makin tinggi kesadaran kesehatannya.
5) Aspek Agama ; ketentuan atau ajaran-ajaran yang berlaku dalam berbagai agama mempengaruhi perilaku masyarakat. Agama dapat merupakan jembatan ataupun hambatan bagi terwujudnya perilaku positif masyarakat dalam kesehatan.Next

12 komentar:

  1. pada kenyataan nya bu bagi pengusaha atau pun sebuah anggota masyarakat terutama kepala keluarga yang seharusnya ikud peran aktif, namun sebagian tidak mengindahkan jika ad undangan misalnya dari kelurahan untuk pelaksanaan gotong royong, atau musyawarah mupakat, mereka hanya menyetujui saja tanpa melihat proses tersebut... itu bagaimana bu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut aku yah ta itu termasuk pada poin ke 3 yaitu Tingkat kebutuhan individu nah disitu dijelaskan bahwa sepanjang perilaku berperan serta yang dikehendaki dapat memenuhi kebutuhan pokok anggota masyarakat dan sejalan dengan norma dan nilai yang dianut, maka peran serta tersebut dapat berkembang. nah mungkin dia merasa bahwa hal tersebut (gotong royong, musyawarah) tidak dapat memenuhi kebutuhannya. :)
      jadi mungkin didalam melakukan kegiatan tsb harus ada manfaat bukan hanya untuk kepentingan bersama namun juga untuk pribadi,

      Hapus
    2. menurut saya ya ta ini salah satu contoh partisipasi pasif. mereka hanya menyetujui tp tidak ikut bertanggung jawab. memang dalam menjalankan suatu kegiatan harus didasari dengan kesadaran dalam diri sendiri, disinilah peran kita sebagai kesmas bagaimana caranya untuk menumbuhkan rasa kesadaran itu.

      Hapus
  2. ta itu mungkin karena kurang tahuan akan manfaatnya atau karena dia merasa tidak penting akan adanya kegiatan tersebutsehingga mereka malas untuk ikut serta dalam kegiatan itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mus... masyarakat nya sudah berpendidikan tinggi namun, kesadaran kurang dan loyalitas serta peran sosial untuk berkecimpung di lingkungan itu kurang... terima kasih penadapatnya mas mus :)

      Hapus
    2. terus gmn cara meningkatkan kesadaran masyarakatnya ?? kalo pendidikannya udah tinggi??????

      Hapus
  3. kadang sebagian masyarakat sudah mengetahui cara hidup sehat, tetapi mereka enggan untuk merubah prilakunya, bagimana cara mengubahnya bu agar masyarakat tersebut dapat berprilaku hidup sehat minimal untuk individu atau dirinya sendiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu disebabkan karena banyak faktor wi.
      salah satunya faktor kebiasaan jadi menurut saya kita harus meningkatkan pengetahuan masyarakat bahwa hal tersebut mempunyai dampak-dampak yang merugikan,, :)

      Hapus
  4. kalau menurut saya ada Beberapa faktor yang berpengaruh untuk membuat pendekatan peran serta masyarakat yaitu
    a) Motivasi, insentif bagi kelompok untuk bekerja sama harus ada jika interaksi dan keterlibatan ingin diberlanjutkan.
    b) Kepemimpinan masyarakat, keberadaan struktur kepemimpinan dalam organisasi formal dan informal di masyarakat.
    c) Kemampuan untuk melakukan Learning approach, adanya fleksibilitas untuk mencoba aktivitas dan metode baru serta memberi peluang mekanisme feedback untuk belajar dari kesuksesan dan kesalahan. Dalam hal ini masyarakat diberi hak untuk menentukan pilihannya sendiri dan menanggung konsekuensinya.
    d) Sumber daya, kemampuan sumber daya di masyarakat.

    BalasHapus
  5. kalau menurut saya perilaku individu it sangat mempengaruhi tingkat pengetahuan. jika perilaku individunya tidak mau bersosialisasi, ikut organisasi, tidak mau mengembangin dri dalam masyarakat. pasti tingkat pengetahuannya kurang dan minim.

    BalasHapus
  6. bu saya ingin bertanya bagaimana kita mengatasi masyarakat yang menpunyai rilaku yang berbeda2 dan sulit menyatukannya karna prilakunya yang berbeda2,
    contohnya dalam masyarakat yang tetap atau bersikeras dengan prilakunya,ketika sudah di berikan pengarahan atau deberitahu oleh kesehatan masyarakatnya ngeyel,atau tetap keras dengan prilaku pengarahannya...

    BalasHapus
  7. bu, bagaimana cara menyamakan persepsi antara orang yg tingkat pendidiknya kurang dengan oarang yg tingkat pendidikanya tinggi?

    BalasHapus